SEJARAH SMP NEGERI 2 TARAKAN

SMP Negeri 2 Tarakan tempo dulu

Berdasarkan wawancara pada tanggal 3 Oktober 2014 oleh Ritahayati, S.Pd. kepada Bapak Nurdin A.H.

Dinarasikan oleh Rahmi, S.Pd.

Kota Tarakan dulu hanya memiliki satu SMP negeri, yaitu yang terdapat  di daerah Gunung Belah, karena semakin banyak siswa yang sekolah di sana, sekolah tersebut akhirnya tidak bisa lagi menampung siswa. Pada saat itu, terdapat gedung sekolah aset Cina bernama Cong Hua Cong Hui yang terlibat masalah dengan organisasi politik Partai Komunis Indonesia. Sekolah Cina tersebut disita oleh KOMKAMTIB dan berdasarkan hasil keputusan, sekolah Cina itu diserahkan kepada dua sekolah, yaitu satu untuk SMP Negeri Gunung Belah dan satu untuk SMA Negeri. Sekolah yang diserahkan kepada SMP Negeri Gunung Belah difilialkan[1] tetapi masih berpusat atau berinduk dengan segala administrasi, keuangan, dan guru-guru yang mengajar berasal dari SMP Negeri Gunung Belah. Pada saat itu, guru tetap hanya sedikit jumlahnya, di antaranya Bapak almarhum Bustaman, Bapak Husin Gani, Bapak Nurdin.

Pemisahan SMP Filial dari SMP Negeri Gunung Belah terjadi pada tahun 1967 dengan status masih mengambang atau belum jelas, Bapak almarhum Bustaman dan Bapak Husin Gani pindah ke sekolah Filial sedangkan Bapak Nurdin tetap berada sekolah induk, SMP Negeri Gunung Belah. Dan SMP Filial waktu itu sementara dipimpin Bapak almarhum Bustaman.

Pada tahun 1973 kepemimpinan SMP Filial digantikan oleh Bapak Nurdin, sejak itu Pak Nurdin berusaha mengubah status Sekolah Filial ditunggalkan menjadi sekolah negeri, yaitu SMP Negeri 2. Sementara proses itu, pada tahun 1975 Pak Nurdin pindah mengajar ke SMA Negeri dan proses itu masih berlangsung dan agak rumit karena harus melalui Kabupaten Bulungan, Provinsi, dan Jakarta harus melalui beberapa departemen di antaranya Departemen Pendidikan, Departemen Keuangan, dan Departemen P.U.

Beliau mengatakan tidak mudah untuk membangun gedung sekolah pada saat itu jika dibandingkan sekarang, dan kondisi sekolah pada saat itu juga masih sangat memprihatinkan, atap sekolah mengalami kebocoran sehingga apabila hujan gedung sekolah menjadi basah dan halamannya pun menjadi becek karena tidak ada biaya untuk memperbaikinya apalagi untuk membeli sarana sekolah seperti kapur tulis,  sedangkan dana dari sekolah tidak ada, hanya mengandalkan uang BP3 dan SPP dari siswa yang jumlahnya pun tidak seberapa, hanya cukup untuk membayar guru-guru honor pada saat itu.

Selama menunggu proses penunggalan SMP Filial menjadi negeri, Pak Nurdin pindah ke Samarinda dan ditempatkan di kantor Kanwil sebagai Kepala Bagian Perencanaan. Di situlah Pak Nurdin melanjutkan perjuangan beliau untuk menyelesaikan proses penunggalan SMP Filial menjadi negeri. Selama itu juga beliau sempat meminta pembangunan gedung sekolah kepada pihak Jakarta, namun hanya mendapatkan dua local atau dua kelas dengan hasil yang tidak mudah juga. Setelah melalui perjuangan yang tidak mudah dan cukup panjang yaitu tujuh tahun lamanya. Akhirnya, pada tahun 1980 keluarlah S.K. dari Mendikbud yang berisi penyetujuan penunggalan SMP Filial menjadi SMP Negeri 2 pada tanggal 1 Juli 1980 dengan nomor S.K. pendirian 0207/0/1980. S.K. itu dibuat pada tanggal 30 Juli 1980. Sejak S.K. itu keluar Pak Nurdin membuat sendiri nomor statistik sekolah yaitu nomor 20.1.16.05.002.

Perjuangan Pak Nurdin tidak hanya sampai di situ saja, setelah beliau berhasil mendirikan SMP Negeri 2, beliau juga mendirikan sekolah-sekolah lain yang ada di kota Tarakan, antara lain SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, STN ( sekarang SMP Negeri 7), STM, dan SMK.

Pak Nurdin bukanlah orang asli Tarakan, beliau berasal dari Samarinda. Namun pengorbanan, pengabdian, dan perjuangan beliau sangat berarti dan berharga untuk kota Tarakan. Beliau bersekolah di Tarakan sejak tahun 1954 sampai tahun 1957, beliau melanjutkan pendidikan di S.G.B. (berubah menjadi S.G.A). Selesai menjalani pendidikan S.G.B, Pak Nurdin kembali ke Tarakan untuk menjadi guru sejak tahun 1960. Selain mengajar, beliau juga melakukan tes uji Bahasa Indonesia kepada guru-guru Cina yang mengajar di sekolah Cong Hua Cong Hui sebelum gedung itu disita. Semoga perhatian, pengorbanan, perjuangan Bapak Nurdin terhadap pendidikan di Kota Tarakan menjadi amal beliau yang tiada henti-hentinya sepanjang masa dan dapat menjadi teladan bagi kita semua. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Nurdin.

Seiring dengan perkembangan waktu dan zaman, Alhamdulillah SMP Negeri 2 yang dulu beralamat Kompleks Pelajar Karang Balik, kini sudah memiliki gedung yang layak belajar dengan segala sarana dan prasarana yang memadai untuk lebih meningkatkan dunia pendidikan di Kota Tarakan tercinta ini. SMP Negeri 2 Tarakan sudah banyak melahirkan alumni di antaranya adalah Wali Kota Tarakan sekarang yaitu Bapak  Ir. Sofian Raga, M.Si., alumnus SMPN Fillial tahun 1979.

Demikian juga dengan kepemimpian yang dialami oleh SMP Negeri 2 Tarakan mengalami pergantian selama beberapa kali. Berikut adalah nama-nama kepala SMP Negeri 2 Tarakan dari masa ke masa:

 

1. Bustaman B

Masa Jabatan SMP Filial tahun 1967-1973

2. Nurdin A.H

Masa Jabatan Tahun 1973-1975

Sosok yang berjasa mendirikan SMP Negeri 2 Tarakan ( sejak SMP Filial hingga menjadi SMP Negeri 2)

3. Husin Gani

Masa Jabatan tahun 1977-1985

4. Sukasno

Masa Jabatan Tahun 1985-1990

5. Bustaman B

Menjabat Kembali dengan Masa Jabatan tahun 1990-1993

6. Drs. Syamsuddin Noor

Masa Jabatan Tahun 1993-1996

7. Wartono, S.E., M.B.A.

Masa Jabatan tahun 1996-2000

8. Wiyono, S.I.P.

Masa Jabatan Tahun 2000-2002

9. Drs. Ikhsanuddin Noor

Masa Jabatan tahun 2002-2003

10. Sudarmi Harami, S.Pd.

Masa Jabatan Tahun 2003-2007

11. Subandriya, S.Pd.

Masa Jabatan tahun 2007-2011

12. Kurniawan, S.Pd., M.Pd.

Masa Jabatan Tahun 2011-2013

13. Friny Napasti, S.Pd., M.Pd

Masa Jabatan tahun 2013-2020

14. Joko Edy Sutikno, S. Pd.

Masa Jabatan Tahun 2020-Sekarang

[1] Filial adalah kata lain kelas jauh, yaitu suatu kelas yang awalnya diperuntukan untuk siswa-siswi yang ingin bersekolah di suatu sekolah, tetapi tidak bisa bersekolah di sekolah yang dituju karena keterbatasan kursi (ruang kelas) dan wilayah antara sekolah yang dituju dengan tempat tinggal siswa-siswi jauh.

SMP NEGERI 2 TARAKAN TAHUN 2021