Simulasi dan Penyusunan SKP di SMP Negeri 2 Tarakan

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Menyusul diberlakukannya Peraturan Pemerintah No No 30 Tahun 2019 menggantikan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2011 tetang Peniaian Prestasi Kerja PNS dan diperjelas dengan Permenpan RB No 8 Tahun 2021, SMP Negeri 2 Tarakan menggelar simulasi dan penyusunan SKP. SKP yang disusun adalah SKP periode 1 Januari 2021 hingga 30 Juni 2021 yang masih menggunakan peraturan lama dan dianggap sebagai penilaian tahun 2021 Periode 1. SKP yang telah disusun harus sama dengan realisasi kegiatan yang sudah diinput dalam E-Kinerja yang disediakan oleh BKPSDM Kota Tarakan melalui tautan resmi. Tindak lanjut di akhir tahun, diharapkan penggabungan nilai Periode 1 dan Periode 2 menampilkan kinerja PNS yang sessungguhnya dan sebenarnya.
Dalam sambutannya Joko Edy Sutikno selaku Kepala SMP Negeri 2 Tarakan menekankan bahwa kewajiban guru adalah mengisi E kinerja setiap hari agar tidak ada kegiatan yang terlewatkan. Kecuali memiliki buku agenda harian yang diisi secara rutin dan mendetali, menunda mengisi E-Kinerja hanya akan menghasilkan hilangnya informasi penting yang seharusnya diunggah. Hasilnya bisa saja mempengaruhi nilai akhir realisasi bulanan. Sedangkan tunjangan kinerja diberikan berdasarkan hasil E-Kinerja.
“Jadi, yang pertama dilakukan adalah melihat realisasi tahunan ya Bapak Ibu.” Demikian Hasto Budi Santoso menjelaskan. “Jika ditemukan warna merah, dengan persentase belum 100%, silakan ubah laporan hariannya. Bisa jadi jumlah target dengan jumlah realisasi tidak sama. Bisa juga karena salah dalam melakukan centang proses.”
Hasil akhir kegiatan ini adalah SKP 6 bulan yang ditandatangani Kepala Sekolah dan dikirimkan ke BKPSDM untuk dijadikan dasar input nilai Periode 1 baik secara manual maupun dalam system yang akan menjadi PPKPNS tahun 2021.
“Beberapa guru sempat mengalami kesulitan dalam menemukan solusi dari masalah yang dihadapi dalam menyusun SKP 6 bulan ini. Meski demikian proses yang dilakukan sceara kolaboratif, secara gotong royong membantu sesama guru untuk memiliki pemahaman dan ketrampilan yang setara.” kata Nordiah ketika diwawancarai admin Website smpn2tarakan.sch.id.

More to explorer

TEMPAT AWAL PENGABDIAN

Oleh : Nirwana Sebuah desa jauh dari sudut kotaDi kelilingi gunung dan bukit yang indahSiang malam suasana dingin melandahJaket dan kaos kaki

TAK APA-APA JIKA TAK JADI APA-APA

Oleh : Rahmi TAK APA-APA JIKA TAK JADI APA-APAOleh : Rahmi Tidak apa-apa jika tidak jadi apa-apaTidak apa-apa jika tidak punya prestasi