Sosialisasi “ANBK” Kepada Orang Tua Wali Murid Di SMP Negeri 2 Tarakan

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

“Mak, apa sih ANBK itu? Nanti aku disuruh ngapain di sekolah?” begitulah kesaksian seorang ibu rumahtangga yang diundang dalam sosialisasi ANBK pagi ini. Ia menegaskan perlunya sosialisasi bagi orangtua dan penjelasan kepada peserta didik yang terpilih menjadi peserta dalam ANBK.
Dalam sambutannya pagi ini, Selasa 31 Agustus 201, Kepala SMP Negeri 2 Tarakan menekankan pentingnya kerjasama antara sekolah dan orangtua. Asessmen Nasional, disingkat AN, adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Ia menyampaikan kehadiran seluruh peserta penting untuk suksesnya AN di sekolah. Karena dilaksanakan dengan komputer maka istilahnya menjadi ANBK, Asesmen Nasional Berbasis Komputer.
“Dalam Simulasi tanggal 24 Agustus kemarin, seharusnya diikuti 45 peserta didik, tapi hanya 32 yang hadir. Sisanya tidak hadir karena sakit dan tanpa keterangan.” Imbuhnya.
Secara rinci Asesmen Nasional dipaparkan oleh Hasto Budi Santoso, wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Ia menyatakan bahwa AN itu diterapkan bukan hanya kepada peserta didik, melainkan juga kepada semua tenaga pendidik dan kepala satuan pendidikan. Untuk peserta didik mereka akan melakukan Asesmen Kompetensi Minimal yang meliputi Literasi Membaca dan Literasi Matematika (Numerasi) juga melakukan Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar. Sementara untuk pendidik dan kepala sekolah hanya melaksanakan survey lingkungan belajar,
“Survei Karakter adalah pengukuran terhadap sikap, kebiasaan, nilai- nilai (values) berdasarkan enam aspek Profil Pelajar Pancasila dan Survei Lingkungan Belajar adalah pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran pada satuan pendidikan.” Demikian tutur Hasto dalam paparannya.
Simulasi susulan akan dilaksanakan tanggal 2 September mendatang yang diharapkan diikuti oleh lebih banyak lagi peserta didik yang sudah terpilih secara acak, syukur – syukur jika 45 kuota terisi semua.” ia menambahkan. Selanjutnya peserta akan mengikuti Gladi Bersih pada tanggal 13 dan 14 September untuk bisa mengikuti kegiatan AN yang sejati yaitu tanggal 4 dan 5 Oktober bulan depan.
Menutup acara, Jahrah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas menyampaikan bahwa kesulitan dna masalah belajar dapat disampaikan ke sekolah melalui walikelas masing – masing. ia mengaharapkan agar orang tua jangan ragu berhubungan dengan para walikelas baik dengan WA, SMS, atau telepon langsung. Hanya dengan komunikasi aktif, masalah akan dapat dipecahkan bersama.

More to explorer

TEMPAT AWAL PENGABDIAN

Oleh : Nirwana Sebuah desa jauh dari sudut kotaDi kelilingi gunung dan bukit yang indahSiang malam suasana dingin melandahJaket dan kaos kaki

TAK APA-APA JIKA TAK JADI APA-APA

Oleh : Rahmi TAK APA-APA JIKA TAK JADI APA-APAOleh : Rahmi Tidak apa-apa jika tidak jadi apa-apaTidak apa-apa jika tidak punya prestasi